Teman atau
kewajiban???. Kalau anda yang disuruh memilih anda akan memilih siapa???bingung
pastinya ya, saya pun jika harus memilih diantara teman atau kewajiban juga
bingung mana yang harus didahulukan. Tapi menurut ikatan para dokter di
Indonesia lebih baik ikut demo demi teman seprofesi mereka daripada harus
melaksanakan kewajiban mereka sebagai dokter yaitu melayani dan menyembuhkan
pasien yang sakit.
Apa???mereka lebih
mementingkan nasib teman mereka yang tersandung masalah malpraktek daripada nyawa seorang pasien yang benar –
benar sedang darurat dan butuh pertolongan. Lucu sekali sikap dokter – dokter
tersebut. Lucu atau tega ya??? Entahlah.
Begini ceritanya, akhir akhir ini
sedang marak peristiwa dokter melakukan malpraktek, yang mengakibatkan
banyaknya dokter yang demo demi membela teman seprofesinya. namun akibat yang
ditimbulkan adalah para pasien yang ingin berobat ditolak dan diharapkan untuk
kembali esok hari bila ingin berobat. sungguh ironi sekali, seorang dokter
yang seharusnya mengobati pasiennya malah menyuruh pasiennya untuk kembali
berobat esok hari dikarenakan mereka akan demo .
Apakah mereka masih pantas disebut
sebagai dokter, tapi tega menelantarkan pasien – pasiennya. Sungguh tidak adil,
dan sangat tidak pantas. Benar – benar miris, targis, dan memprihatinkan.
Padahal mereka memiliki semboyan “ dokter yang butuh pasien bukan pasien yang
butuh dokter “. Sekarang apakah sikap para dokter – dokter tersebut sesuai
dengan semboyan mereka, sama sekali tidak.
Bagaimana bisa seorang dokter hilang
rasa kemanusiawiannya. Kemana didikan etika dan moral mereka dulu saat di
bangku kuliah bila sekarang jelas – jelas pasien mereka yang lebih membutuhkan
bantuan mereka, bukan teman mereka yang ternyata memang terbukti bersalah
karena ternyata dokter tersebut masih dalam masa sekolah.
Sangat disayangkan, teman yang
dibela – bela memang ternyata dinyatakan bersalah dan mereka melalaikan tugas
mereka sebagai dokter. Padahal pasien – pasien tersebut memiliki hak asasi
manusia yang wajib segera ditolong nyawanya.
Memang disaat lahir, semua orang
telah memiliki hukum asasi manusia. Namun ada saat tertentu dimana kita dapat
menggunakan hak asasi kita sebagai manusia secara penuh. Dan ada juga saat
dimana kita hanya bisa mendapatkan sebagian dari hak asasi kita.
Jadi sudah saatnya kita bisa memilah
mana yang kewajiban harus kita dahulukan dan mana yang lebih darurat. Karena
bisa saja para pasien itu menggugat dokter – dokter tersebut atas tuduhan
melalaikan tugas dan tidak mengghargai hak asasi para pasien tersebut. Maka
dari itu mari kita bangun kembali kerukunan diantara dokter dengan pasiennya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar